Kamis, 02 Juni 2016

Analisa Pergagangan Internasional Dalam Islam

Semakin berkembangnya zaman semakin berkembang pula segala bentuk transaksi yang ada. Seperti yang kita ketahui perbedaan kemakmuran negara yang sangat mencolok dapat mempengaruhi nilai mata uang setiap negara.
 Dalam beberapa aspeknya peningkatan kebutuhan yang semakin bertambah atau bermacam macam membuat kita harus memasok barang dari luar negeri. Tidak setiap negara mampu menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan, hal ini menyebabkan ekspor. Bila suatu negara mempunyai kemampuan memproduksi barang, negara tersebut cenderung mengimpor barang produksinya (konsep makro ekonomi perdagangan internasional). Selama proses transaksi ekspor-impor alat pembayaran yang digunakan tidak terlepas dari uang. Perbedaan mata uang di setiap negara menjadi masalah utama dalam berdagang. Uang di masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran serta permintaan di antara negara-negara tersebut, sehingga timbul perbandingan mata uang antar negara. Bagaimana hukum transaksi dalam perdagangan internasional menggunakan mata uang asing dalam syariat Islam?
ANALISA :
Ditinjau dari segi rukun dan syarat jual beli:
Adanya ijab-qabul, yakni perjanjian untuk memberi dan menerima barang ekspor atau impor. Ijab-qabul dapat dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan, Disetiap transaksi jual beli barang-barang ekspor/impor pasti terdapat perjanjian yang mengikutinya. Di mana pihak pembeli atau penjual mempunyai hak wewenang penuh terhadap bentuk kerjasama jual-beli ekspor/impor. Yang mana penjual atau pembeli dapat mengambil tindakan hukum ketika salah satunya tidak memenuhi kontrak perjanjian jual beli ekspor-impor (memenuhui syarat akad dewasa dan sehat). Perjanjian dilakukan untuk menghindari kerugian bila salah satu pihak melakukan kecurangan (agar tidak terjadi unsur gharar atau maisir). Suatu contoh: barang ekspor tidak sesuai dengan jumlah yang ditetapkan ketika akad, bisa saja terjadi kesalahan perusahaan ketika akan mendistribusikan barangnya ke beberapa tempat. Pihak pembeli barang tersebut dapat mengklaim atas pembeliannya dan memberikan sangsi pada penjual. Contoh lain, ketika hendak membeli barang ekspor/impor yang nilai harganya ditetapkan sekarang namun penyerahan mendatang dalam kurun waktu lama, perusahaan yang memasok barang akan mengalami kerugian bila harga kurs mata uang asing berubah. Bila kontrak atau perjanjian jual beli ekspor/ impor yang diperoleh dalam rangka jual beli tidak dilakukan sejumlah unit valuta sing pada harga dan jangka waktu tertentu hukumnya haram karena mengandung unsur maisir (spekulasi)
            Barang yang diperjualbelikan dalam ekspor-impor harus sesuai dengan syarat obyek transaksi Islam. Jual beli tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifat-sifatnya atau ciri-cirinya. Barang yang diperjualbelikan dalam ekspor-impor harus suci barangnya. Artinya barang-barang yang diperjualbelikan bukanlah najis. Apabila barang ekspor/impor yang ditawarkan berupa produk makanan atau minuman terbungkus atau tertutup, sebelum membeli hendaknya dilihat label yang tertera dalam kemasan. Label kemasan harus menerangkan isinya, apakah barang tersebut halal/ haram untuk dikonsumsi. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual (kriteria barang yang dibeli) , maka sahlah jual belinya. Akan tetapi, jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya.
            Harga dan jumlah barang harus jelas dan sesuai kesepakatan akad. Pada jenis jual beli ekspor-impor penyerahan barang tidak mungkin dilakukan pada saat itu. Di mana kurs mata uang asing bisa setiap saat berubah-ubah tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di bursa valuta asing. Adanya valuta asing akan mempermudah dan memperlancar suatu negara dalam mengadakan perdagangan dengan negara lain. Valuta asing berfungsi sebagai alat tukar atau mempermudah perdagangan internasional. Tentunya jika tidak ada valuta asing maka perdagangan antarnegara akan mengalami kesulitan, karena perdagangan hanya dapat dilakukan dengan cara tukar-menukar barang dengan barang atau barter. Ketika transaksi pembelian dan penjualan ekspor/ impor yang nilai uang/ harga ditetapkan sekarang dan penyerahan dikemudian hari, hukumnya adalah boleh. Jika penyerahan pada saat itu atau penyelesaiannya paling lambat dalam waktu dua hari dan barang tersebut telah siap dijuak (sudah diproduksi/ siap kirim). Hukumnya boleh karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa di hindari dan merupakan transaksi internasional.

Namun, apabila jual beli ekspor impor  nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang (penyerahan barang pada tenggang waktu lama dan masih dalam tahap produksi), maka hukumnya haram. Karena perbandingan nilai tukar harga sekarang dengan harga mendatang bisa berubah-ubah. Misalnya, eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importer Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri. Dengan demikian akan timbul penawaran dan permintaan di bursa valuta asing. Setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uang masing-masing (misalnya 1 $ seharga Rp 13.000,00). Serta bila barang masih dalam tahap produksi, tinggi besarnya biaya yang digunakan selama produksi seharusnya diasumsikan pada harga kurs yang berlaku saat itu.

Jumat, 11 Desember 2015

EKONOMI MIKRO BAB PASAR MONOPOLI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.            Latar Belakang

Struktur pasar yang sangat bertentangan ciri-cirinya dengan persaingan sempurna adalah pasar monopoli. Monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu perusahaan saja. Dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat. Biasanya keuntungan yang dinikmati oleh perusahaan monopoli adalah keuntungan melebihi normal dan ini diperoleh karena terdapat hambatan yang sangat tangguh yang dihadapi perusahaan-perusahaan lain untuk memasuki industri tersebut.
Makalah ini akan menerangkan mengenai aspek monopoli dan hal-hal lain mengenai operasi perusahaan monopoli yaitu kurva penawaran dalam monopoli,
1.2.            Rumusan Masalah
1.      Apa saja ciri-ciri pasar monopoli?
2.      Apa saja faktor yang menimbulkan monopoli?
3.      Bagaimana cara pemaksimuman keuntungan dalam monopoli?
4.      Apakah ada kemungkinan monopoli mendapatkan keuntungan berlebih?
5.      Bagaimana bentuk kurva penawaran dalam monopoli?
6.      Bagaimana diskriminasi harga dalam monopoli?
7.      Bagaimana pengendalian harga dalam monopoli?
8.      Bagaimana penilaian baik buruknya perusahaan monopoli?
1.3.            Tujuan Makalah
1.      Untuk mengetahui apa saja ciri-ciri pasar monopoli.
2.      Untuk mengetahui apa saja faktor yang menimbulkan monopoli.
3.      Untuk mengetahui bagaimana pemaksimuman keuntungan dalam monopoli.
4.      Untuk mengetahui ada atau tidaknya kemungkinan keuntungan dalam monopoli.
5.      Untuk mengetahui bagaimana bentuk kurva penawaran dalam monopoli.
6.      Untuk mengetahui bagaimana diskriminasi harga dalam monopoli.
7.      Untuk mengetahui bagaimana pengendalian harga dalam monopoli.
8.      Untuk menilai seberapa baik atau buruknya sebuah perusahaan monopoli.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1              Ciri-ciri Pasar Monopoli
Pasar Monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja, dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat.
            Ciri-ciri pasar monopoli sangat berbeda dengan pasar persaingan sempurna. Uraian berikut menerangkan ciri-ciri monopoli.
1.      Pasar monopoli adalah industri satu perusahaan.
Sifat ini sudah secara jelas dilihat dari definisi monopoli di atas, yaitu hanya ada satu saja perusahaan dalam industri tersebut. Dengan demikian barang atau jasa yang dihasilkannya tidak dapat dibeli dari tempat lain. Syarat-syarat penjualan ditentukan oleh monopoli itu, dan para pembeli tidak dapat berbuat suatu apa pun di dalam menentukan syarat jual beli.
2.      Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip
Barang yang dihasilkan perusahaan monopoli tidak dapat digantikan oleh barang lain yang ada dalam pasar. Barang tersebut merupakan satu-satunya jenis barang yang seperti itu dan tidak terdapat barang yang mirip (close substitute).
3.      Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri
Sifat ini merupakan sebab utama yang menimbulkan perusahaan yang mempunyai kekuasaan monopoli. Tanpa sifat ini pasar monopoli tidak akan terwujud, karena tanpa adanya halangan tersebut pada akhirnya akan terdapat beberapa perusahaan di dalam industri.
4.      Dapat mempengaruhi penentuan harga
Oleh karena perusahaan monopoli merupakan satu-satunya penjual di dalam pasar, maka penentuan harga dapat dikuasainya. Oleh sebab itu perusahaan monopoli dipandang sebagai penentu harga (price setter).
5.      Promosi iklan kurang diperlukan
Oleh karena perusahaan monopoli adalah satu-satunya perusahaan di dalam industri, ia tidak perlu mempromosikan barangnya dengan menggunakan iklan.


2.2              Faktor-Faktor Yang Menimbulkan Monopoli
            Terdapat 3 faktor yang dapat menyebabkan terwujudnya pasar monopoli. Faktor tersebut adalah :
1.      Perusahaan monopoli mempunyai suatu sumber daya tertentu yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain.
2.      Perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi (economies of scale).
3.      Monopoli wujud dan berkembang melalui undang-undang, yaitu pemerintah memberi hak monopoli kepada perusahaan tersebut.

Memiliki Sumber Daya Unik
            Salah satu sumber penting dari adanya monopoli adalah kepemilikan suatu sumber daya unik (istimewa) yang tidak dimiliki oleh orang atau perusahaan lain. Contohnya adalah “suara emas” dari penyanyi terkenal atau pemain sepak bola handal. Hanya mereka yang mempunyai kepandaian tersebut dan harus dibayar mahal dari biasa apabila masyarakat ingin menikmati.
            Dalam perekonomian ekonomi berlaku bila suatu perusahaan menguasai seluruh atau sebagian besar bahan mentah yang tersedia. Dimasa ini contohnya perusahaan permata De Beers Company di Afrika Selatan. Hampir semua pertambangan permata di dunia milik perusahaan tersebut. Contoh lain dari kekuasaan monopoli yang memiliki sumber daya unik adalah perusahaan air minum dis suatu kota.

Dapat Menikmati Skala Ekonomi
            Di dalam abad ini perkembangan teknologi berlaku sangat pesat sekali. Di berbagai kegiatan ekonomi tingkat teknologi adalah sedemikian modernnya sehingga produksi yang efisien hanya dapat dilakukan apabila jumlah produksinya sangat besar dan meliputi hampir seluruh produksi yang diperlukan di dalam pasar. Keadaan seperti ini berarti suatu perusahaan hanya akan menikmati skala ekonomi yang maksimum apabila tingkat produksinya adalah sangat besar jumlahnya. Pada waktu perusahaan mencapai keadaan di mana biaya produksi mencapai keadaan di mana biaya produksi mencapai minimum, jumlah produksi adalah hampir menyamai jumlah permintaan yang wujud dalam pasar. Dengan demikian, sebagai akibat dari skala ekonomi yang demikian sifatnya, perusahaan dapat menurunkan harga barangnya apabila produksi semakin tinggi. Pada tingkat produksi yang sangat tinggi, harga adalah sedemikian rendahnya sehingga perusahaan-perusahaan baru tidak akan sanggup bersaing dengan perusahaan yang terlebih dahulu berkembang. Keadaan ini mewujudkan pasar monopoli.
Suatu industri yang skala ekonominya mempunyai sifat seperti yang diterangkan di atas adalah perusahaan yang dikatakan merupakan monopoli alamiah atau natural monopoly. Monopoli alamiah pada umumnya dijumpai dalam perusahaan jasa umum (utilities) seperti perusahaan listrik, perusahaan air minum, perusahaan telepon, dan prusahaan amgkutan kereta api.

Kekuasaan Monopoli yang Diperoleh Melalui Peraturan Pemerintah
            Di dalam undang-undang pemerintah yang mengatur kegiatan perusahaan-parusahaan terdapat beberapa peraturan yang akan mewujudkan kekuasaan monopoli. Peraturan-peraturan yang seperti itu adalah :
1.                  Peraturan paten dan hak cipta
            Perkembangan ekonomi yang pesat terutama ditimbulkan oleh perkembangan teknologi. Untuk mengembangkan teknologi kadang-kadang diperlukan waktu bertahun-tahun dan biaya yang sangat besar. Oleh sebab itu kegiatan dan pengeluaran untuk mengembangkan teknologi tidak akan dilakukan perusahaan apabila hasil jerih payah mereka dengan mudah dicontoh atau dijiplak oleh perusahaan lain. Bila tidak ada peraturan yang melarang penjiplakan, tidak ada untungnya bagi perusahaan untuk menciptakan barang-barang lebih baik mutunya,nkarena dalam waktu yang singkat perusahaan lain akan menirunya. Agar usaha mengembangkan teknologi dengan tujuan untuk menciptakan barang baru akan memberi keuntungan kepada perusahaan, haruslah pemerintah melarang dan menghukum kegiatan menjiplak tersebut. Hak cipta atau copy rights merupakan bentuk lain dari hak paten yaitu merupakan suatu jaminan hukum untuk menghindari penjiplakan.
2.                  Hak usaha eksklusif
            Apabila skala ekonomi hanya diperoleh setelah perusahaan itu mencapai tingkat produksi sangat tinggi, kepentingan khalayak ramai akan dimaksimumkan apabila perusahaan diberi kesempatan untuk menikmati skala ekonomi itu, dan pada waktu yang sama diharuskan menjual produksinya dengan harga rendah. Untuk menciptakan keadaan seperti ini secara serentak pemerintah harus menjalankan dua langkah :
a. Memberikan hak monopoli kepada suatu perusahaan dalam suatu keadaan tertentu.
b. Menentukan harga atau tarif yang rendah ke atas barang atau jasa yang diproduksikan. Contoh perusahaan ini adalah perusahaan air minum, pembangkit listrik dan angkutan kereta api.
Contoh perusahaan ini adalah perusahaan air minum, pembangkit listrik dan angkutan kereta api.
            Tanpa adanya hak eksklusif untuk berusaha sebagai perusahaan monopoli akan timbul halangan untuk menikmati skala ekonomi secara maksimum. Sebagai akibatnya setiap perusahaan akan menetapakan harga / tarif yang tinggi ke atas barang / jasa yang dihasilkannya. Untuk menghindari agar perusahaanh tidak mengambil tindakan yang seperti itu pemerintah, di samping memberikan hak monopoli akan menetapkan harga / tarif penjualan dari barang / jasa yang disediakan perusahaan tersebut.

2.3              Pemaksimuman Keuntungsn Dalam Monopoli
Dalam menggambarkan prinsip penentuan pemaksimuman keuntungan dalam monopoli dua cara akan digunakan, yaitu dengan menggunakan langkah-langkah dan secara grafik. Ada dua prinsip penentuan pemaksimuman keuntungan  berdasarkan pendekatan (i) biaya total dan hasil penjualan total, (ii) biaya marjinal dan hasil penjualan marjinal. Sebelum melaksanakan hal tersebut terlebih dahulu akan dilihat hubungan diantara harga dan jumlah barang yang ditawarkan/ diproduksikan, serta implikasi dari sifat hubungan tersebut kepada hasil penjualan total.

Produksi, Harga dan Penjualan

Karena monopoli hanya ada satu perusahaan dalam pasar, maka permintaan dalam produksi adalah juga permintaan keatas produksi perusahaan monopoli tersebut. Sifat barang yang makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah yang diminta menyebabkan kurva permintaan keatas suatu barang bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Permintaan keatas produksi monopoli tidak menyimpang dari sifat tersebut. Artinya suatu monopoli akan dapat memperoleh harga penjualan yang tinggi apabila produksinya sedikit, dan harga penjualan semakin rendah bila produksi semakin banyak. Permintaan yang dihadapi oleh monopoli berdeda dengan yang dihadapi oleh suatu perusahaan dengan persaingan sempurna.Sebagai akibatnya dalam monopoli, harga selalu lebih tinggi dan hasil penjualan marjinal. Contoh: Pada table 12.1 ditunjukkan bahwa semakin besar jumlah produks I (perhatikan kolom (1)) semakin rendah harga barang (perhatikan kolom (2)). Hasil dari penjualan total, adalah jumlah produksi x harga yang diperoleh dari mengalikan angka dari kolom (1) dengan angka dalam kolom (2). Sesuai definisi marjinal, yaitu tambahan hasil penjualan total apabila penjualan bertambah sebanyak 1 unit, angka dalam kolom (4) diperoleh dari persamaan TR-TRn-1 [Rp 32.000,00 - Rp 18.000,00 = Rp 14000,00].

           




            Apa harga barang menjadi semakin menurun pada waktu jumlah produksi semakin meningkat, maka:
·         Hasil penjualan total akan mengalami pertambahan, tetapi pertambahan itu semakinberkurang apabila produksi bertambah banyak.Setelah mencapai satu tingkat produksi tertentu pertambahanya akan menjadi negatif .
·         Pada umumnya hasil penjualan marginal nilainya adalah lebih rendah dari pada harga. Hanya pada waktu produksi mencapai satu unit hasil penjualan marjinal = harga.




Pemaksimuman Keuntungan: Contoh Angka
a.       Pendekatan Hasil Penjualan Total-Biaya Total
Pendekatan ini menggunakan Tabel 12.2 yang membandingkan data hasil penjualan total dengan biaya total. Melalui perbandingan dapat ditentukan keuntungan atau kerugian pada berbagai tingkat produksi. Data hipotesis dibuat dengan permisalan:
·         Biaya total Rp 4000,00. Berdasarkan permisalan ini maka jika perusahaan tidak beroperasi (produksi 0) biaya total adalah Rp 4000,00.
·         Sehingga produksi 4 unit hukum hasil lebih yang semakin berkurang belum berlaku. Berarti biaya marjinal semakin rendah bila produksi bertambah. Keadaan ini digambarkan oleh kenaikan total yang semakin sedikit
·         Sesudah produksi mencapai 4 unit hukum hasil lebih yang berkurang berlaku. Sebagai akibatnya biaya marjinal meningkat dan ini dapat dilihat dari prtambahan biaya total yang semakin meningkat pada setiap penambahan satu unit produksi.
Produksi


(1)
Harga


(2)
Hasil Penjualan Total
(3)
Biaya Total

(4)
Keuntungan


(5)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
20
16
18
14
12
10
8
6
4
2
0
0
18
32
42
48
50
48
42
32
18
0
4
16
26
34
40
46
54
64
76
90
106
-
2
8
8
8
4
-6
-22
-44
-72
-106













Tabel 12.2
Data no (5) dihitung dengan Keuntungan= Hasil penjualan Total – Biaya Total. Keuntungan maksimum dicapai pada produksi 3 atau 4 unit dan jumlah keuntungan adalah Rp 8.000,00. Walaupun demikian dalam analisis yang bersifat umum akan selalu dikatakan bahwa perusahaan akan memproduksi 4 unit untuk memaksimalkan keungtungan (penentuan keuntungan dengan menggunakan pendekatan MC=MR.

b.      Pendekatan Hasil Penjualan Marjinal – Biaya Marjinal
           Data pada kolom (3) dihitung dengan formula: MC=TC1-TC2 . Data mengenai biaya total diambil dari table 12.2 kolom (4). Berdasarkan data kolom (2), (3), (4) dapat ditunjukkan tambahan keuntungan pada setiap tingkat produksi. Apabila perusahaan tidak memproduksi barang biaya yang ditangggung Rp 4000,00 hal ini meliputi biaya tetap yang mempengaruhi keuntungan oleh sebab itu data kolom (3) dihitung sebagai “biaya marjinal”.
           Berdasarkan data kolom (4) dalam (5) ditentukan jumlah keuntungan pada berbagai tingkat produksi. Data dalam kolom (3) jelas menunjukkan bahwa keuntungan maksimum tercapai pada tingkat produksi 3 atau 4 unit. Namun dalam analisis dikatakan perusahaan akan memproduksi 4 unit untuk memaksimumkan keuntungan karena pada tingkat produksi tersebut MC = MR, yaitu masing masing bernilai Rp 6000,00.













Pemaksimuman Keuntungan Secara Grafik

Dalam bagian ini akan diterangkan pemaksimuman keuntungan dalam perusahaan monopoli dengan menggunakan pendekatan secara grafik. Seperti dalam analisis sebelumnya, penentuan produksi yang akan memaksimumkan untung dapat dilakukan dengan dua cara berikut: (i) pendekatan hasil penjualan total‑biaya total, dan (ii) pendekatan biaya marginal ‑ hasil penjualan marginal. Sebelum cara ini dapat diterangkan terlebih dahulu perlu dilihat ciri perkaitan di antara kurva permintaan (D = AR), kurva hasil penjualan total (TR) dan kurva hasil penjualan marginal (MR). Untuk membuat analisis ini perhatikan Gambar 12.1.

a.       Kurva Permintaan, Penjualan Total dan Penjualan Marginal
Kurva hasil penjualan total (TR), kurva hasil penjualan rata‑rata (D=AR), dan kurva hasil penjualan marginal (MR) dalam Gambar 12.1 dibuat berdasarkan data dalam Tabel 12.1. Sampai kepada jumlah produksi sebanyak 5 unit hasil penjualan total terus mengalami kenaikan, dan kenaikan tersebut adalah pada tingkat yang semakin menurun. Sesudah jumlah produksi mencapai 6 unit hasil penjualan total semakin berkurang. Pada waktu jumlah produksi adalah 10 unit, hasil penjualan total adalah nol.
Hasil penjualan total yang seperti itu sifatnya, apabila digambarkan, adalah seperti yang ditunjukkan oleh kurva TR dalam Gambar 12.1 (i), yaitu berbentuk huruf U yang terbalik. Kurva TR akan selalu berbentuk seperti itu di dalam keadaan di mana kurva permintaan DD adalah seperti yang terdapat pada Gambar 12.1 (ii), yaitu yang menggambarkan bahwa kalau harga semakin rendah maka jumlah yang diminta semakin banyak. Telah diterangkan bahwa sepanjang kurva permintaan berlaku sifat berikut: (i) apabila elastisitas permintaan < 1 maka penurunan harga akan mengurangi  hasil penjualan (ii) apabila elastisitas permintaan >1 penurunan harga akan menambah hasil penjualan. Berdasarkan kepada sifat ini, kalau diperhatikan sifat perhubungan di antara kurva permintaan DD dan kurva TR pada Gambar 12.1, dapat dibuat kesimpulan yang berikut:

·         Karena OA menggambarkan hasil penjualan total yang semakin bertambah pada harga yang semakin menurun, maka bagian kurva permintaan DD yang terletak di bagian atas titik C (lihat grafik ii) mempunyai elastisitas  permintaan > 1.
·         Karena AB menggambarkan hasil penjualan total yang semakin berkurang pada harga yang semakin menurun, maka bagian kurva permintaan yang terletak. di bagian yang lebih ke bawah dari titik C mempunyai elastisitas permintaan < 1.
·         Pada titik C elastisitas permintaan adalah satu atau uniter.

                   


















b.      Menentukan Keuntungan Maksimum
           Di dalam Gambar 12.2 dan Gambar 12.3 ditunjukkan cara menentukan keuntungan maksimum firma monopoli secara grafik. Di dalam Gambar 12.2 keuntungan maksimum firma ditentukan dengan menggunakan bantuan kurva hasil penjualan total dan biaya total. Sedangkan dalam Gambar 12.3 keuntungan maksimum tersebut ditentukan dengan meng­gunakan pertolongan kurva biaya marginal dan hasil penjualan marginal.
Kurva TR dalam Gambar 12.2 menggambarkan hasil penjualan total, dan kurva TC menggambarkan kurva biaya total. Di sebelah kiri dari titik A, dan di sebelah kanan dari titik B, kurva TC berada di atas kurva TR. Keadaan ini berarti biaya total melebihi hasil penjualan total, yaitu kedudukan yang merugikan perusahaan. Keuntungan hanya akan dinikmati apabila TR ‑ TC > 0, dan ini berlaku di antara titik A dan B. Perbedaan di antara TR dan TC adalah paling maksimum apabila garis tegak di antara kurva TR dengan TC adalah yang paling panjang. Oleh karena CD merupakan jarak TR dan TC yang paling panjang, maka tingkat produksi yang akan memaksimumkan keuntungan adalah 4 unit.
           Gambar 12.3 menunjukkan cara untuk menentukan tingkat produksi dimana keuntungan maksimum dicapai dengan menggunakan pendekatan hasil penjualan marjinal sama dengan biaya marjinal (MR = MC). Keuntungan maksimum dapat ditentukan dengan melihat pada tingkat produksi yang mana keadaan MR = MC. Kurva MR dan MC berpotongan pada waktu tingkat produksi sebanyak Q unit. Hasil penjualan total adalah OP x OQ, atau sama dengan OPAQ. Sedangkan biaya total adalah OC x OQ atau sama dengan OCBQ. Dengan demikian keuntungan maksimum ditunjukkan oleh kotak PABC.





                  







                  
2.4        Ada Tidaknya Monopoli Keuntungannya Berlebihan
Kurva Untung Normal menunjukan keadaan dimana monopoli tidak mendapat keuntungan tetapi tidak menderita kerugian, yaitu hasil penjualannya sama dengan biaya totalnya. Keadaan seperti ini akan berlaku apabila kurva biaya total menyinggung kurva permintaan pada tingkat produksi dimana hasil penjualan marjinal= biaya marjinal.
Kurva Rugi menunjukan keadaan dimana monopoli mengalami kerugian. Kerugian yang paling minimum apabila monopoli memproduksikan sebanyak Q1 karena pada tingkat produksi tersebut MR1=MC1. Biaya total yang dikeluarkan adalah OQ1 X OP1. Dengan demikian kerugian yang dialami perusahaan monopoli tersebut adalah ditunjukan kotak P1 ABC. Apabila perusahaan memproduksi lebih tinggi atau lebih rendah dari Q1, kerugian yang akan dialami akan lebih besar lagi.
2.5       Monopoli dan Kurva Penawaran
Didalam pasar monopoli, biaya marjinal tidak menunjukan sifat kurva penawaran, sebagai buktinya misalnya pada mulanya permintaan adalah D0 D0 dan hasil penjualan marjinal adalah MR0, sedangkan biaya marjinal adalah MC.Maka keuntungan maksimum akan dicapai apabila produksi sebangak Q.Pada tingkat produksi ini harga mencapai P0. Selanjutnya misalkan permintaan berubah menjadi D1 D1 dan hasil penjualan marjinal adalah MR1. Biaya produksi tidak berubah, berarti biaya marjinal adalah tetap seperti yang ditunjukan oleh MC.Dalam keadaan yang baru ini untuk memaksimumkan keuntungan, perusahaan sekali lagi harus memproduksikan sebanyak Q tetapi sekarang tingkat harga mencapai P1. Dengan demikian sekarang kita mendapati ada dua tingkat harga (P0 P1) tetapi hanya satu jumlah produksi/penawaran (Q) keadaan ini menyebabkan kurva penawaran untuk suatu perusahaan monopoli tidak dapat digambarkan atau ditunjukan.
Didalam perusahaan monopoli atau perusahaan dalam pasar lainnya yang kurva permintaan keatas hasil produksinya bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah, kurva penawaran tidak dapat ditunjukkan karena tidak terdapat sifat hubungan yang tetap diantara harga dan jumlah yang ditawarkan/ diproduksikan oleh perusahaan tersebut.
 


2.6       Monopoli dan Diskriminasi Harga
Adakalanya terbuka kemungkinan kepadaperusahaan monopoli untuk menjual barangnya didalam 2 pasar (pasar dalam negeri dan luar negeri) yg sangat berbeda sifatnya. Untuk memaksimumkan keuntungannya perusahaan monopoli dapat menjalankan kebijakan diskriminasi harga.


Penentuan Harga Disetiap Pasar

Sekiranya suatu perusahaan monopoli ingin melaksanakan kebijakan diskriminasi harga, persoalan pertama pertama yang harus dipecahkan adalah : berapakah harga yang akan ditetapkan di tiap-tiap pasar supaya keuntungan dapat dimaksimumkan? Jawabannya diterangkan dengan menggunakan Gambar 12.6 di bawah nanti. Untuk memperoleh jawabannya diperlukan data berikut : (i) biaya produksi yang dikeluarkan, dan (ii) sifat permintaan di setiap pasar – untuk pasar dalam negeri dan luar negeri.
Misalkan kurvabiay total rata-rata (AC) dan biaya marginal (MC) monopoli dalah seperti yang ditunukkan dalam Gambar 12.6 di bawah nanti (iii). Seterusnya misalkan pula hasil produksi perusahaan monopoli tersebut dijual di dua pasar, yaitu :
·         Pasar Dalam Negeri, kurva permintaan (Dd) dan hasil penjualan marginalnya (MRd) adalah seperti ditunjukkan dalam grafik (i) dibawah ini.
·          Pasar Luar Negeri, kurva permintaan (Dw) dan hadil penjualan marginalnya (MRw) adalah seperti dalam grafik (ii)
Gabungan permintaan dikedua pasar tersebut Dd + Dw ditunjukkan dengan Gambar 12.6 (iii) yaitu kurva D = AR. Berarti D = AR adalah dama dengan Dd = Dw. Kurva MR adalah kurva hasil penjualan marginal apabila hasil penjualan di kedua pasar tersebut digabungkan. Berarti MR = MRd + MRw.
Perusahaan monopli tersebut akan memaksimumkan keuntungan apabila MR = MC, dan dalam Gambar 12.6 (iii) ditunjukkan bahwa keadaan itu dicapai apabila perusahaan memproduksi sebanyak Q. Biaya marginal pada jumlah produksi tersebut adalah OM. Berapa banyaklah yang akan dijual ke pasar luar negeri?. Supaya di tiap-tiap pasar diperoleh keuntungan yang maksimum (dan selanjutnya memaksimukan keeluruhan keuntungan perusahaan), di tiap –tiap pasar penjualan harus mencapai keadaan dimana biaya marginal OM adalah sama dengan hasil penjualan marginal di masing-masing pasar. Berarti syarat pemaksimumkan keuntungan di pasar dalamnegeri adalah OM = MRd dan syarat pemaksimumkan keuntungan dipasar luar negeri adalah OM = MRw. Dengan demikian keuntungan maksimum di kedua pasar akan dicapai apabila di pasar dalam negeri dijual sebanyak Qd dan di pasar Luar negeri dijual sebanyak Qw. Perlulah diingat bahwa Q = Qd + Qw. Harga pasar di dalam negeri adalah Pd dan harga di Luar Negeri adalah Pw. Oleh karena biaya total rata-rata adalah OC (lihat grafik iii), maka jumlah keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut adalah PdCAB (di pasar dalam Negeri) tambah PwCMN (di pasar Luar negeri).

Gambar 12.6
Kebijakan Diskriminasi Harga

Syarat- Syarat Diskriminasi Harga

1.      Barang tidak dapat dipindahkan dari suatu pasar ke pasar lain,jikalau terdapat kemungkinan bisanya memindahkan barang dari pasar yang murah ke pasar yang agak mahal, maka kebijakan diskriminasiharga tidak akan efektif. Barang di pasar murah akan dijual lagi di pasar yang lebih mahal dan perusahaan tidak dapat menjual lagi barang-barang untuk pasar tersebut.
2.      Sifat barang atau jasa tersebut memungkinkan dilakukannya diskriminasi harga. Barang tersebut biasanya dapat dijual dengan harga yang berbeda, contoh dokter, ahli hukum, piƱata rambut dll. Dan mereka bias menentukan harga sesuai dengan konsumen masing-masing.
3.      Sifat permintaan dan elastisitas permintaan di masing-masing pasar haruslah sangat berbeda. Jikalau permintaan dan elastisitas sama, maka keuntungan tidak dapat diperoleh dari kebijakan tersebut, dan biasa diskriminasi dilakukan apabila elastisitas permintaan berbeda, apabila permintaan tidak elastic maka harga akan dinaikkan, sedangkan di pasar permintaannya lebih elastic, harga dapat di murahkan. Dengan ini penjualan dapat diperbanyak dan keuntungan dimaksimumkan.
4.      Kebijakan diskriminasi harga tidak memerlukan biaya yang melebihi tambahan keuntungan dari kebijakan tersebut, adakalanya melakukan diskriminasi harga mengunakan biaya, apabila kebijakantersebut dilakukan di dua daerah yang berbeda, maka biaya untuk mengangkut barang harus dikeluarkan, dan jikalau dilakukan didaerah yang sama maka diperlukan biaya iklan. Apabila biaya yang dikeluarkan diatas keuntungan diskriminasi harga, maka kebijakan ini menjadi sia-sia.
5.      Produsen dapat mengekspoliter beberapa sikap tidak rasionalkonsumen, ini dilakukan dengan menjual barang yang sama tetapi dengan merek dan bungkus yang berbeda, dengan ini produsen dapat menjual produk ini kepada konsumen yang kaya dan sisanya golongan lainnya. Cara lainnya adalah dengan menjual dipertokoan berbeda, di pertokoan orang kaya harga dinaikkan dan sebaliknya di pertokooan orang miskin di murahkan.
a.       Contoh kebijakan diskriminasi harga
§  Kebijakan diskriminasi harga oleh perusahaan monopoli,perusahaan listrik Negara misalkan, menggunakan tarif yang berbeda untuk rumah tangga dan yang diperusahaan.
§  Kebijakan diskriminasi  harga oleh jasa-jasa professional, dokter umum dan spesialis, ahli hukum, guru privat dll. Mereka memiliki tarif yang fleksibel, kepada yang relative tidak mampu mak harga akan dimurahkan dan begitu sebaliknya.
§  Kebijakan diskriminasi harga dipasar internasionalkan, perusahaan bias any memberkan harga yang berbeda ketika menjual di dalam dan diluar negri. Diluar negri biasanya lebih mahal dikarenakn banyak saingan, ataupun sebaliknya terkadang dalam negri yang dipermurah.

2.7       Pengendalian Harga dalam Monopoli Alamiah

Perusahaan yang terus menerus menikmati skala ekonomi hingga pada tingkat produksi yang sangat banyak jumlahnya,berarti AC terus menerus turun hingga ketingkat produksi yang tinggi. Pada waktu biayarata-rata mencapai minimum tingkat produksi telah meliputi sebagian besar dari kebutuhan masyarakat.Keadaan ini akan menghabat kemasukan perusahaan lain karena sulitnya perusahaan baru untuk melakukan usaha seefisien seperti perusahaan yang lama yang menikmati skala ekonomomi yang lebih besar.
Monopoli Alamiah dan Pemaksimuman Keuntungan
Bila kegiatan ekonomi alamiah didasarkan pada tujuan memaksimumkan keuntungan, maka akan menimbulklan kerugian. Mereka harus membayar barang/jasa yang dihasilkan perusahaan itu pada harga yang relative tinggi. Serta jumlah barang/ jasa yang ditawarkan lebih rendah. Akibatnya masyarakat hanya memperoleh sebagian saja barang yang mungkin dihasilkan oleh barang tersebut. Kerugian yang ditambah masyarakat menjadi lebih serius mengingat perusahaan monopoli alamiah pada umumnya menghasilkan barang yang penting sekali artinya dalam kehidupan masyarat.
Untuk memaksimumkan manfaat keuntungan dari pasar monopoli tersebut memerlukan campur tangan dari pemerintah yang dapat menjamin perusahaan tersebut menguntungkan masyarakat. Campur tangan tersebut dapat dilakukan dengan mengendalikan dan menentukan harga barang/ jasa yang dihasilkan perusahaan monopoli. Namun adakalanya bila harga yang ditetapkan terlalu rendah pemerintah memberikan subsidi kepada perusahaan monopoli alamiah.
Sekiranya perusahaan monopoli ingin memaksimumkan keuntungan yang harus dilakukan perusahaan tersebut adalah mencapai tingkat produksi dimana MC=MR. Keadaan itu berlaku bila perusahan memproduksi sebesar Q0 dan pada tingkat ini produksi barang adalah P0. Jumlah keuntungan yang diperoleh C0P0E0A (jumlah maksimum keuntungan). Maka, pemerintah tidak mengatur kegiatan monopoli. Hal ini merupakan tingkat produksi yang relative rendah jika dibandingkan dengan kapasitas optimal. Kapasitas optimal adalah penggunaan kapasitas perusahaan sehingga mencapai tingkat di mana produksi mencapai tingkat paling minimum.Campur Tangan Pemerintah
Faktor-faktor produksi dalam produksi dalam suatu perusahaan adalah paling efisien apa bila biaya marjina = harga (P=MC). Sekiranya tujuan ini yang akan di capai pemerintah yakni mengaharuskan monopoli untuk  bekerja se efisien mungkin (Gambar12.7), tingakat produksi harus mencapai Qm. Harga yang akan berlaku di pasar adalah P m . Qm adalah jauh  lebih besar Q0 dan Pm  lebih rendah dari P0. Ini masyarakat memperoleh manfaat bila kegiatan perusahaan monopoli mencapai tingkat seperti itu. Tapi untuk perusahan monopoli ini bukan lah keadaan yang paling menguntung kan walau pun produksi rata rata mencapai OC1 (lebil rendah dari OC0) dan masih memperoleh keuntungan tapi jumlahnya tidak sebanyak pada produksi Q0. Monopoli hanya memperoleh untung sebanyak C1PmE1B. Adakalanya bila pemerintah menetapkan produksi pada keadaan dimana biaya marjinal sama dengan harga, perusahan akan mengalami rugi. Dalam hal ini pemerintah akan memberi subsidi.
Untuk menghindari kerugian yang dialami oleh pasar monopoli, pemerintah perlu campur tangan dengan menetapkan harga yang wajar, dan dengan itu dapat meringankan konsumen barang produksi monopoli, tersebut. Cara lain yang dapat dilakukan pemerintah  untuk menetapkan harga dan jumlah penawaran yang mencukupi adalah dengan menetapkan harga di mana harga = biaya rata – rata (P= AC).


2.8       Penilaian Keatas Monopoli 
            Efisiensi Kegiatan Monopoli
1. Biaya Produksi Sama
Perbandingan efisiensi diantara pasar persaingan sempurna dan monopoli menggunakan sumber daya, memproduksikan barang, dan meminimumkan biaya produksi per unit.
2. Biaya Produksi Berbeda
Kurva menunjukan efek dari biaya produksi yang berbeda diantara pasar persaingan sempurna dan monopoli terhadap harga dan jumlah produksi dalam monopoli.













Perkembangan Teknologi dan Inovasi
Ada berbagai pendapat tentang pengaruh monopoli terhadap perkembangan teknologi dan inovasi. Alasan – alasan dari masing-masing pendapat ini diterangkan di bawah ini:
1.Pandangan I: monopoli tidak merangsang inovasi
Golongan yang berpendapat bahwa monopoli tidak merangsang perkembangan teknologi dan inovasi melandaskan keyakinannya kepada pelanggan bahwa ketiadaan persaingan menimbulkan keengganan kepada monopoli untuk melakukan perubahan.

2.Pandangan II: Monopoli Merangsang Inovasi
Golongan yang berpendapat bahwa monopoli merangsang perkembangan inovasi melandaskan alasannya sebagai berikut:
a.Perkembangan teknologi dan inovasi adalah suatu cara untuk mengurangi biaya per unit dan meninggikan keuntungan.
b.Memiliki teknologi yang lebih baik dari perusahaan lain adakalanya merupakan sumber dari terwujudnya monopoli.

Monopoli dan Kesejahteraan Masyarakat
Dalam monopoli terdapat kemungkinan bahwa harga akan lebih tinggi, jumlah produksi lebih rendah, dan keuntungan lebih besar daripada di dalam persaingan sempurna. Berdasarkan kemungkinan yang terjadi, para ahli berpendapat monopoli menimbulkan keadaan buruk ke atas kesejahteraan masyarakat dan pemerataan (distribusi pendapatan) menjadi lebih tidak merata. Monopoli akan memperoleh keuntungan yang lebih dari normal dan hal ini hanya dinikmati oleh masyarakat kalangan atas menengah tidak dengan golongan pekerja relative rendah.





BAB III
PENUTUP
3.1     Kesimpulan
Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu perusahaan saja. Dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat.
Ciri-ciri antara lain pasar monopoli adalah industri satu perusahaan, tidak mempunyai barang pengganti yang mirip, tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri, dapat mempengaruhi penentuan harga, promosi iklan kurang diperlukan.
Faktor-faktor yang menimbulkan monopoli antara lain perusahaan monopoli memiliki suatu sumber daya yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain, perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi (economies of scale) hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi, monopoli wujud dan berkembang melalui undang - undang yaitu pemerintah memberi hak monopoli kepada perusahaan tersebut.
Dari ciri-ciri dan faktor-faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa monopoli cenderung dapat memperburuk distribusi pendapatan dalam masyarakat.



DAFTAR PUSTAKA


Sukirno, Sadono,Pengantar Teori Mikro Ekonomi, Grafindio Persada, 2003.