Rabu, 03 Juli 2013

MEMORIKU

Ini adalah foto kenangan aku beberapa waktu lalu, ketika aku berwisata di beberapa tempat.















Kamis, 23 Mei 2013

Love ghost 1



  Ini adalah karanganku yang pernah aku nampang dimajalah sekolah, gimana maenurut kalian?

LOVE GHOSt
          Diawali dari cerita legenda kuno, mengenai batas hantu dan manusia yang telah retak. Di pedalaman  hutan, beberapa hantu mencoba mengumpulkan tenaganya dari kejaran utusan Neraka untuk mengumpulkan arwah-arwah gentayangan di bumi. Sebagian hantu-hantu telah terperangkap ke dalam jaring-jaring petir dan dilemparkan ke Neraka. Sambaran petir  hujan berubah hujan deras seketika.
            Sementara itu ditempat yang sama, Lee Xian menyusuri jalan setapak yang kini sedang dituju hantu perempuan Jepang “Onryou1”. Lee Xian bisa mendengar suara-suara gemerisik gaib yang sama sekali tidak dapat didengar manusia pada umumnya. Tepat hantu Onryou lewat disampingnya, utusan Neraka menyambarkan jaring petir pada Onryou.     Taktik Onryou mencoba melepaskan diri. Ia berpura-pura sakit pada bagian leher dan BAM…. Onryou mengeluarkan kelopak bunga sakura. Kelopak bunga sakura berhasil melukai Utusan Neraka, Onryou berhasil meloloskan diri.
            Disisi lain, Lee Xian menemukan gubuk tua untuk berteduh. Tanpa disengaja gubuk tua itu dihuni oleh hantu “Nekekubi2”. Hantu Nekekubi hendak menghantui Lee Xian dengan memisahkan kepala dari tubuhnya, kepalanya menggelinding di lantai. Namun cara itu sama sekali tidak mempan pada Lee Xian. Al-hasil itu malah membuat hantu Nekekubi dan Lee Xian bersahabat.Lee Xian mengambil kepala Nekekubi yang penuh darah menetes  dari leher. Tepat saat Lee Xian memasang kepala Nekekubi, Onryou berlari menembus dinding gubuk.
“Bibi Nekekubi..!!!! Apa yang..??? Kau manusia atau hantu.??” Onryou berteriak histeris.
“Pelankan suaramu. Dan cepat siapkan tumpukan jerami untuk  dia.! Tenaga hantuku sudah habis.” Jawab Nekekubi membenahi kepala dengan tangan berlumuran darah.
            Ribuan pertanyaan hinggap di benak Onryou, pasalnya tak ada satu orang pun yang bisa melihat hantu kecuali makhluk gaib atau utusan langit. Langsung saja Onryou menyampaikan fikiran di benaknya. Ternyata Lee Xian adalah Jaksa Negara yang ditugasi menyelidiki kasus pembunuhan kelompok G.
“Apa? Jaksa? Berarti kau juga bisa membantuku? Ah, kau tau kan… kenapa aku diberi nama hantu Onryou? Karena arwahku tidak akan tenang sebelum balas dendam pada pembunuhku! Bantu aku menemukannya tolong….” Rengek Onryou.
Sejak pertemuan hantu Onryou dan Lee Xian di gubuk angker Nakekubi, dimanapun Lee Xian berada, Onryou selalu menguntitnya. Hingga suatu hari ketika sebuah petunjuk membawa mereka pada gundukan pohon besar tengah hutan, dekat aliran sungai. Terselip di bawah tumpukan ranting pohon bandul kalung huruf G. Mulai saja, Lee Xian berfikir jernih, mencerna bukti-bukti yang ada. Seper-sekian menit ia merenung dan  memutuskan menggali tanah. Benar saja, bersemayam mayat yang masih utuh, lengkap dengan kimono perak. Shock akan tubuh yang terbujur kaku, pucat tak bernyawa dihadapannya, adalah benar hantu Onryou. Tak kuasa menahan tangis, antara shock dan tidak percaya, tubuh hantu Onryou tumbang seketika. Lee Xian hanya bisa meratapi sedih, malangnya nasib hantu Onryou.
            “Tenanglah…. Kau harus bisa bersabar. Mungkin, ini sudah kehendak langit…”
“Aku harus menemukan orang yang membunuhku.” Tangis Onryou semakin pecah. Hati Lee Xian seakan luluh, perlahan, ia memeluk hantu Onryou, yang hanya bisa ditangkap udara kosong. Entah apa, antara kasihan atau cinta? Lee Xian merasakan debaran jantungnya semakin cepat. Begitu pula dengan Onryou, perasaan cinta mengalir padanya. Keraguan dihatinya bergejolak, bolehkah rasa ini kumiliki? Aku hantu dan dia manusia, kami berbeda alam. Tutur Onryou dalam hati.
            Keterkaitan hubungan hantu Onryou dan kelompok G semakin kuat dengan ditemukannya berbagai bukti. Lee Xian membawa mayat ke Kota bersama Onryou, perlahan Onryou mengingat kilas balik memorinya  tatkala Lee Xian sampai pada orang tuanya.
Flashback
Rike Akmalia merupakan nama asli dari hantu Onryou, gadis keturunan Indonesia-Jepang.  Rike sangat disegana para penduduk karena kecantikannya, setiap laki-laki yang memandang dua bola mata indah dan senyum manis akan senantiasa tertarik pada Rike. Kelompok G yang mendengar rumor kecantikan Rike merasa terganggu, mereka ingin mendapatkan kesucian Rike. Dimalam tanpa bintang, Rike diculik dan dirampas kesuciannya, kemudian dibunuh secara mengenaskan.
Flashback End
            Upacara pemakaman mayat hantu Onryou berjalan kitmat, ketika ritual pembakaran tubuh tiba, api berkobar menghancurkan tulang-tulang kerontang. Disaksikan oleh Lee xian beserta Onryou disampingnya, tiba-tiba petir menggelegar mengetarkan bumi. Sekilat petir menampakkan utusan dari neraka menjemput Onryou.
“Cepat,!! Kau harus lari..” panik Lee Xian.
 Lee Xian dan Onryou pergi berlalu menjauh dari upacara. Orang-orang yang tidak tahu apa-apa hanya memandangnya jengah, menyiratkan sindiran. Lecutan cambuk pengikat arwah tersabet dimana mana, memisahkan jalan Onryou dan Lee Xian. Sabetan cambuk petir menuju arah Onryou, namun Lee Xian  berlari melindunginya. Tubuh Lee Xian yang bukan arwah / hantu terkapar lemah terkena sambaran petir.
“Tidak… ” Isak Onryou.
BERSAMBUNG
            Akankah kisah cinta mereka berlanjut? Dapatkah dua makhluk berbeda dunia dapat bersatu? Bagaimana cerita selanjutnya? Siapa pembunuh Onryou? Haruskah Onryou kembali kedunianya?

Senin, 05 November 2012

contoh narative tex


Snow White
          Once upon a time there lived a little, named Snow White. She lived with her aunt and uncle because her parents were died.

          One day she heard her aunt and uncle talking about leaving Snow White in the castle because they wanted to go to America and they didn’t have enough money to take Snow White with them.

          Snow White didn’t want her uncle and aunt to do this. So she decided to run away. The next morning she run away from home when her aunt and uncle were having breakfast, she run away into the wood.

          In the wood she felt very tired and hungry. Then she saw this cottage. She knocked but no one answered so she went inside and felt asleep

          Meanwhile seven dwarfs were coming home from work. They went inside. There, they found Snow White woke up. She saw the dwarfs. The dwarfs said; “What is your name?”. Snow White said; “My name is Snow White”. One of the dwarfs said; “If you wish, you may live here with us”. Snow White told the whole story about her. Then Snow white ad the seven dwarfs lived happily ever after.

















The Bear and Rabbit


          Once upon a time, there lived a bear and a rabbit. The rabbit is a good shot. In contrary, the bear is always clumsy and could not use the arrow.

          One day, the bear called over the rabbit and asked the rabbit to take his bow and arrows.
          The rabbit was fearing to arouse the bear's anger so he could not refuse it. He went with the bear and shot enough buffalo to satisfy the hungry family. Indeed he shot and killed so many that there were lots of meats left after.

          However the bear did not want the rabbit to get any of the meat. The rabbit could not even taste the meat. The poor rabbit would have to go home hungry after his hard day's work.

          The bear was the father of five children. Fortunately, the youngest child was very kind to the rabbit. He was very hearty eater. The mother bear always gave him an extra large piece of meat but the youngest child did not eat it. He would take it outside with him and pretended to play ball with the meat. He kicked toward the rabbit's house. When he got close to the door he would give the meat with such a great kick. The meat would fly into the rabbit's house. In this way, the poor rabbit would get his meal.













The Legend of Toba Lake

          Once upon time, there was a handsome man. His name was Batara Guru Sahala. He liked fishing. One day, he caught a fish. He was surprised to find out that the fish could talk. The fish begged him to set it free.

          Batara Guru could not bear it. He made the fish free. As soon as it was free, the fish changed into a very beautiful woman. She attracted Batara Guru so much. He felt in love with that fish-woman. The woman wanted to marry with him and said that Batara Guru had to keep the secret which she had been a fish. Batara Guru agreed and promised that he would never tell anybody about it.

          They were married happily. They had two daughters. One day Batara Guru got very angry with his daughter. He could not control his mad. He shouted angrily and got the word of fish to his daughters. The daughters were crying. They found their mother and talked her about it.

          The mother was very annoyed. Batara Guru broke his promise. The mother was shouting angrily. Then the earth began to shake. Volcanoes started to erupt. The earth formed a very big hole. People believed that the big hole became a lake. Then this lake is known as Toba lake.

















The Monkey and The Crocodile

          One day there was a monkey. He wanted to cross a river. There he saw a crocodile so he asked the crocodile to take him across the other side of the river. The crocodile agree and told the monkey to jump on its back. Then the crocodile swam down the river with the monkey on his top.

          Unluckily, the crocodile was very hungry, he stopped in the middle of the river and said to the monkey, “My father is very sick. He has to eat the heart of the monkey. So he will be healthy again.”

          At the time, the monkey was in dangerous situation and he had to think hard. Then he had a good idea. He told the crocodile to swim back to the river bank. “What’s for?” asked the crocodile. “Because I don’t bring my heart,” said the monkey. “I left it under a tree, near some coconuts in the river bank.”
The crocodile agreed and turned around. He swam back to the bank of the river. As soon as they reached the river bank, the monkey jumped off the crocodile’s back. Then he climbed up to the top of a tree.

          “Where is your heart?” asked the crocodile. “You are foolish,” said the monkey to the crocodile. “Now I am free and I have my heart.

















CINDERELLA

          Once upon a time, there was a young girl named Cinderella. She lived with her step mother and two step sisters.
          The step mother and sisters were conceited and bad tempered. They treated      Cinderella very badly. Her step mother made Cinderella do the hardest works in the house; such as scrubbing the floor, cleaning the pot and pan and preparing the food for the family. The two step sisters, on the other hand, did not work about the house. Their mother gave them many handsome dresses to wear.
          One day, the two step sister received an invitation to the ball that the king’s son was going to give at the palace. They were excited about this and spent so much time choosing the dresses they would wear. At last, the day of the ball came, and away went the sisters to it. Cinderella could not help crying after they had left.
          “Why are crying, Cinderella?” a voice asked. She looked up and saw her fairy godmother standing beside her, “because I want so much to go to the ball” said Cinderella. “Well” said the godmother ,”you’ve been such a cheerful, hardworking, uncomplaining girl that I am going to see that you do go to the ball”.
          Magically, the fairy godmother changed a pumpkin into a fine coach and mice into a coachman and two footmen. Her godmother tapped Cinderella’s raged dress with her wand, and it became a beautiful ball gown. Then she gave her a pair of pretty glass slippers. “Now, Cinderella”, she said; “You must leave before midnight”. Then away she drove in her beautiful coach.
Cinderella was having a wonderfully good time. She danced again and again with the king’s son. Suddenly the clock began to strike twelve, she ran toward the door as quickly as she could. In her hurry, one of her glass slipper was left behind.
          A few days later, the king’ son proclaimed that he would marry the girl whose feet fitted the glass slipper. Her step sisters tried on the slipper but it was too small for them, no matter how hard they squeezed their toes into it. In the end, the king’s page let Cinderella try on the slipper. She stuck out her foot and the page slipped the slipper on. It fitted perfectly.
          Finally, she was driven to the palace. The king’s son was overjoyed to see her again. They were married and live happily ever after.

Edit korea vs saya

Hai.... michiyo blogers........ Iseng iseng nih, asal edit....
gimana, menurut kalian???
Mumpung saya ng-fans.... banget sama yang namanya drama kerajaan korea, yah... itu yang kiri dong yi, tau kan... drama korea yang dapat best award... Dan... sebelah kanan, editan wajah saya... hehehehe...
.
@Salam_michiyo.blogerss...

Selasa, 24 Juli 2012

IQBAAL DHIAFAKHRI RAMADHAN: KAMU - Coboy Jr

IQBAAL DHIAFAKHRI RAMADHAN: KAMU - Coboy Jr: kamu buat aku tersipu buatku malu-malu saat bersamamu, saat ku sapa dirimu aku kok merinding buluku, kok jadi gugup aku saat bersamamu, ...

Minggu, 27 Mei 2012

Dark Blood and The Death Of Love


Selamat membaca………..



CHAPTER 1 Di dunia ini ada berbagai jenis makhluk gaib yang carminibus coelo possunt deducere lunam, dan sejak dulu mereka sudah terbagi menjadi enam golongan : yang hidup di api, di udara, di daratan, di air di bawah tanah, dan  jenis makhluk mengerikan. Beberapa di antara mereka masih hidup tersembunyi dihutan dan jarang terlihat atau berjumpa manusia.  Mereka dikenal di seluruh dunia dengan nama berbeda-beda salah satunya, Vampire / Dracula, spesies makhluk penghisap darah-darah segar, Vampire/ Dracula adalah makhluk setengah manusia.
                        Es war einmal im tiefen, tiefen wald.” (di kedalaman hutan yang paling dalam) Hutan yang mengelilingi area terbuka tampak begitu tebal dan mustahil dimasuki. Tersembunyi, Kastil tua sekilas nampak menyeramkan. Dalam keremangan cahaya, burung-burung gagak terbang bersama untuk bermalam di batang pohon ek  gundul. Seekor demi seekor, membumbung tinggi membentuk bayangan hitam didalam cahaya yang mulai redup. Seorang vampire diam, mengamati gagak-gagak itu, sigap, tanpa suara, seekor gagak jantan muda berhasil ia tangkap. Seringai senyum menakutkan nampak diraut wajahnya, tangan vampire Kevin mengapit kaki gagak dan mencengkeramkannya di tangan. Segera setelah mendapat buruan gagak, sang vampire Kevin terbang melayang ke angkasa menuju Kastil Tua.
 Lorong demi lorong kastil dia lewati, hingga pada akhirnya sampai pada sebuah tikungan penuh pintu-pintu menuju sebuah ruangan. “Kkaakkkk… dimana kau!?” berteriak sembari terbang melayang layang. Dari arah berlawanan muncul vampire Ronald bertubuh tegap dan gagah menepuk bahunya. “Astaga,.!!!!!!! Kau mengagetkan ku! Apakah ini cukup?” memamerkan gagak buruannya. “Ya.!” Merebut tangkapannya dan bergegas menuju loteng atap kastil.
“Apa kau yakin, darah gagak jantan beserta campuran darah 100 manusia mampu membuat kita tahan sengatan matahari?” Tanya vampire Kevin was-was. “Tidak. tanpa ramuan ini.!” Menunjukkan sebotol cairan ber’uap biru. “Apa?”
“Ini adalah jiwa Leprechaun, Roh jahat dewa Irlandia.” Jawabnya sambil menuangkan ramuan dalam satu wadah penuh darah manusia dan gagak. Seketika air darah tiba-tiba mendidih dengan sendirinya, warna darah berubah menjadi kebiru-biruan bercampur asap warna warni. Kilatan cahaya bertebaran disekitar ramuan, kepulan asap memekakkan ruangan kastil tua. Beberapa roh-roh 100 manusia berterbangan bersamaan dengan darah yang mulai berubah warna dan bentuk.
“Minum ini! Aku juga akan meminumnya!” Kata vampire Ronald seraya menyodorkan ramuan anti matahari. Kevin yang disodori hanya menurut dan meminumnya. “SSSSSRRRRRIIINNGGG” bersamaan, mereka berubah wujud, sayap hitam dan gigi taringnya mulai beringsut menghilang.
“…. Sayapku… Taringku…… Badanku…. Bagaimana ini bisa terjadi? Kita… Kita….menjadi manusia! Haruskah? Bukankah ramuan ini seharusnya untuk bertahan terhadap sinar matahari? Dengan tubuh setengah manusia saja kita sudah kesulitan, apa lagi menjadi manusia seutuhnya!? TIIDAAKK!!” Kevin menatap dirinya dicermin dengan pasrah merana. “Tenang.. pasti ada kesalahan disini, tunggu…” Ronald mencoba berfikir, namun hasilnya nihil. “Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Kevin mulai frustasi.
“Aku akan memikirkan cara menjadi vampire lagi. Dan Jalan terakhir, untuk bertahan hidup adalah menjadi manusia. Hidup diantara mereka!” jelasnya, menenangkan Kevin.
            Awan hitam pekat perlahan berubah biru cerah, dan dalam beberapa menit kabut tebal memasuki hutan. Cahaya merah dan biru berpendar diatas puncak-puncak pohon, memantul diatas langit. Sejuk terasa, burung-burung camar siyap terbang mencari makan, kicauan burung-burung membangunkan Ronald dari lamunan fikiran bagaimana menjadi vampire lagi.
“Aku lapar…” keluh Kevin memecah keheningan. “Kau bisa memakan daun-daun itu. Kita sekarang manusia.” Menunjuk pohon-pohon  rindang diluar kastil. “Jika seperti ini terus, aku bisa benar-benar GILA!!!” vampire Kevin keluar menuruni tangga kastil, melewati pintu-pintu, lorong-lorong dan sampai pada pintu megah kastil.  Matanya silau karena sinar matahari yang mulai menyingsing keatas, kaki terseret terseok-seok menuju pepohonan Ceri yang mulai berbuah. Tangannya meraih menggapai sebilah batang penuh buah Ceri, na’as baginya yang tidak bisa memanjat ataupun terbang memetik buah Ceri. “SIIAAAL!! Kekuatankupun sama sekali tidak bisa dipakai.” Umpatnya.
Ronald keluar kastil, dengan beberapa tas berisi barang-barangnya. “Kalau kau masih ingin hidup, dan tidak kelaparan, cepat kemasi barang-barangmu! Kita akan hidup berbaur bersama manusia. Butuh berjam-jam.. atau mungkin berhari-hari, untuk sampai ke kota.” Ucapnya.
“Huh… baiklah. Asal kau disisiku, apapun pasti terasa lebih indah” memasang senyum termanis.
            Siang hari teramat panas, di dunia yang berwarna hijau dalam keadaan lapar dan kurus. Ronald dan Kevin terus berjalan bergandengan tangan menyelusuri sungai hitam tengah hutan. Sungai itu lebih dikenal dengan “sustantivo” sungai kematian, setetes air sungai berwarna hitam menimbulkan dampak besar yang sangat fatal! Tetesan air sungai itu, akan meresap masuk melalui pori-pori kulit, perlahan akan merusak organ-organ tubuh, hingga tak berfungsi lagi. Hanya ada satu cara untuk menghilangkan racun sungai hitam, Gigitan Hobgoblin.
Dua hari dua malam, Kevin dan Ronald menyusuri hutan, pohon-pohon buah liar yang menjadi makanan keseharian mereka selama perjalanan.
“Kakak, apa kau dengar suara??”
“Suara apa?”
“Dengar itu baik-baik, suara bising itu… dari arah sana!” ugkap Kevin seraya menggait tangan Ronald berlari mendekati asal suara.
Jalan beraspal nampak didepan mata mereka.
 “Benda apa itu.!? Kenapa begitu banyak benda berjalan seperti itu? Apa itu sejenis hewan? Makhluk berkaca dan berbaja yang sangat aneh.! Mereka sedang mencoba memakan manusia ya,.!? Tapi kenapa cara memakannya transparan?” Kevin bertanya dengan mimik polos pada Ronald, sementara Ronald yang ditanya masih asyik mengintip dibalik celah semak.
Ronald berbalik memandang Kevin dan menjitaknya, “Bodoh!! Itu mobil..!! Kau tahu apa ini artinya…!?” senyum lebar dengan mata senang membara diwajahnya.
“Apa..? Kita bisa memakannya, bersama manusia itu?” Tanya Kevin lagi.
Senyum Ronald menghilang sebentar karna kepolosan Kevin, “Astaga… kenapa dikepalamu hanya ada makanan?” menjitak kepala Kevin lagi.
“Auw… sakit… akukan tidak tahu,makanya tanya.! Lagipula kita hanya makan buah-buah liar itu, rasanya tidak enak tahu.!! Kalau ada makanan lain, pasti aku akan memilih makanan itu.!”
“Hahh… (mendengus kesal) dengar… kita.. sudah  hampir sampai kota.!”
“Benarkah? YYaaahuuuuu……”  Kevin loncat-loncat, berteriak kegirangan.
“Sekarang.. fikirkan, bagaimana kita bisa menghentikan mobil-mobil itu untuk sampai ke pusat Kota.!”
“Itu gampang..! Serahkan padaku.”
Kevin berlari menuju tengan jalan beraspal itu, dari jauh terlihat truk melaju kencang, “Hai…. Berhenti!!!”
“Ciiiiiiittttt” truk berhenti mendadak dengan suara dentuman rem keras.
“Apa kau mau mati huh?” supir Truk mulai mengomel pada Kevin.
“Hai… apa kami bisa menumpang ke kota,.!?” Teriak Kevin bersemangat, disusul Ronald dari arah samping menghampiri.
Supir truk mengamati Kevin dan Ronald dari atas sampai bawah, bingung akan penanpilan dua mkhluk didepannya. “Astaga… apa mereka berdua ini gila?” berkata dalam hati.
“Baiklah, tapi aku hanya bisa mengantar sampai perbatasan saja.!”

            Dunia yang bising dan gemerlap cahaya dimalam hari sangat asing, bagi makhluk kurus, berperawakan aneh dengan jubah berjas hitam kebesaran melilit tubuh. Terkecuali untuk Ronald, vamire kibum sangat agresift didunia Dracula. Ronald sering mengunjungi kota-kota besar didunia guna memperoleh santapan segar, lezat, dari darah perempuan lajang tak ternoda.
“Dunia ini jauh lebih menakjubkan dari yang aku bayangkan. Tapi tunggu, kenapa manusia-manusia tolol itu melihat kita? Apa kita begitu mencolok?” Seringai Kevin dari tatapan-tatapan mata orang-orang lalulalang di tengah kota.
Ronald mentap sekelilig dengan tatapan menyergah, “Huh…” dengus Ronald menatap bajunya. “Tak usah kau perdulikan mereka, aku yakin di kota New York ini masih tersisa beberapa vampire generasi “Yi”. Ikut aku, membuntuti dia!” Jawab kibum seraya matanya tetap mengawasi laki-laki berbadan tegap yang berbelok ditaman “Central Park”. Ratusan ruang dan tempat relaksasi dan pengalaman budaya dilewati begitu saja oleh laki-laki itu, hingga sampai pada suatu tempat gelap bermandikan temaram cahaya lampu ujung air pancuran. Berdiri wanita berbalut gaun merah elegan menunggu di kursi taman. Entah apa yang dibicarakan,tapi pelan-pelan laki laki itu menikam perempuan tepat pada lehernya. Taring kuat keluar dari mulutnya, menggigit pelan leher mulus perempuan itu.
“Hah.!” pekik Kevin tertahan dari balik pohon.
“Sshhhh…” desah Vampir yang masih menjilati darah dibibirnya, menengok kearah pohon besar tempat Kevin dan Kibum berada. Mendekat melayang mengitari taman sambil mengendus.
Kibum yang tau situasi, keluar dari persebunyian, “Hallo Jack, Kurasa kau tak melupakanku?” sapa Ronald.
“Siapa kau, manusia tak kenal takut?” Jawabnya melayang turun menginjak tanah.
“Wow.. penciumanmu masih kuat kurasa. 100 tahun lalu kita pernah menciptakan ramuan keabadian di pondok sebrang desa kota New York. Apa kau masih ingat?”
Laki-laki itu mendekat mengamati Kibum dan Kevin, “Ronald.!?”
“Yah.”
“Kau….”
“Aku terjebak menjadi manusia setelah meminum ramuan anti matahari. Yeah, kau tau sendiri, aku selalu meneliti ramuan-ramuan yang bisa membuat kaum kita Berjaya.”
“Baiklah… apa yang bisa kubantu untukmu, sahabat lamaku.” Matanya mulai menyipit menatap Kevin.
“Oh… dia adikku. Bisakah kau menampungku dirumah mu?”
“Tidak, aku tidak bisa. Kakak-kakakku pasti akan tergiur menghisap darahmu. Tapi aku punya solusi tepat untuk menolong kalian. Tunggu disini.” Ungkapnya sembari melayang pergi.



CHAPTER 2Kampus STOFF tampak ramai nan sibuk, karena persiapan kedatangan Bapak Mentri Pendidikan Amerika Serikat.
“Yuri….!!! Tolong ambilkan aku peralatan dekorasi di gudang.” kata salah satu senior berbaju biru nan elegan.
“Iya.. Senior!!”
“Hai.. aku juga butuh beberpa pita merah yuri…” Teriak senior Park.
“Yuri.. bawakan aku setumpuk kain warna biru.”
“Yuri.. lihat itu, bunganya layu.. cepat siram.!”
“Yuri.. cepat, alat dekorasinya..!!”  Beberapa senior mulai ikut-ikutan menyuruh Yuri.
“Iya senior!! Tanganku cuma satu, tolong bersabar sedikit, masih banyak yang harus aku kerjakan.” Jelas Yuri, pada senior-seniornya memasang wajah tersenyum dipaksakan.
            Dengan langkah gontai dan lelah, Yuri melangkah menuju belakang kampus, tepat dibalik semak belukar terlihat bangunan tua tempat penyimpanan barang-barang (gudang).
            Dengan langkah gontai dan lelah, Yuri melangkah menuju belakang kampus, tepat dibalik semak belukar terlihat bangunan tua tempat penyimpanan barang-barang (gudang). Kaki Yuri mulai menapaki ruang gudang yang gelap dan menyeramkan. Terdengar suara didalam gudang pojok kanan, dekat rak pita, jantung Yuri berdegup kencang, bulu kudu berdiri dan....
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAArrrrrrrrrrGGGGGGGGHH" 
Teriakkan  membahana diruangan itu, nampak 2 wajah laki-laki menyeramkan, pucat, kusut dan bau beringsut di samping kardus-kardus dekat meja pita.
“Hah....kalian mengagetiku, senior…!"
"Senior..???" tanya Kevin.
"Ya, oh.. sedang apa kau kesini?" sambung Ronald berlagak sok kenal.
"Aku? A... aku mengambil peralatan dekorasi." kata Yuri sembari mengedarkan mata kesekeliling mencari kardus peralatan dekorasi ditengah tumpukan kardus kardus yang berserakan.